Beranda Data Info Regional Profil Daerah Publikasi Dashboard
Info Regional
Pemerintah Akan Bangun LRT di 7 Kota

Pemerintah akan mengembangkan "light rail transit (LRT)" atau kereta ringan di tujuh kota besar di Tanah Air untuk mengatasi masalah transportasi.

"LRT itu meliputi tujuh kota besar yang sedang kita pelajari kelayakannya," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Jakarta,

Ia menyebutkan, selain Jakarta dan sekitarnya, rencananya LRT akan dikembangkan di kota lainnya seperti Surabaya, Semarang, Makassar, Medan, Palembang dan kota lainnya.

Pramono Anung menyebutkan, pengembangan LRT itu dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi. "Kita mengadakan rapat terbatas yang secara khusus membahas sistem transportasi secara nasional baik satu kota dengan kota lain maupun antarkota karena memang Presiden dan Wapres concernagar persoalan transportasi bisa segera diatasi," katanya.

Pramono mengatakan, LRT dikembangkan di daerah selain Jakarta dan sekitarnya karena persoalan transportasi sudah sangat serius dihadapi masyarakat. "Maka nanti pada saatnya akan ada secara resmi pengumuman dari pemerintah mengenai hal tersebut," katanya.

Pramono menyebutkan, rapat terbatas juga membahas pembangunan mass rapid transit (MRT) di Jakarta dan rencana pembangunan sarana kereta api Jakarta-Bandung.

"Kalau memang akan segera diputuskan yang terkait dengan kereta api Jakarta-Bandung maka ada tiga poin utama yang jadi arahan Presiden," katanya.

Ia menyebutkan tiga poin tersebut yaitu pembangunan proyek itu harus business to business atau perusahaan dengan perusahaan, apakah itu BUMN atau lainnya.

"Kedua, sama sekali tidak menggunakan dana APBN dan ketiga tidak ada jaminan dari negara," katanya.

Terkait rencana proyek KA Jakarta-Bandung, menurut Pramono, pemerintah akan segera mengambil keputusan karena sudah ada Perpres Tim Penilai yang diketuai Menko Perekonomian Darmin Nasution.

"Makanya nanti Menko Perekonomian yang diminta Presiden untuk menyampaikan hal itu," katanya.

Ia menyebutkan kecepatan KA Jakarta-Bandung tidak akan mencapai 300 km per jam jaraknya hanya 150 km dan ada sejumlah tempat pemberhentian. 

"Karena itu speed-nya kemungkinan 250 km per jam. Penurunan kecepatan juga akan mengurangi biaya investasi," kata Pramono

(Erlangga Djumena)-Antara,Kompas.Com Jakarta
Photo
Gallery
Video
Gallery
Tautan
Bappenas
Badan Pusat Statistik
Direktorat KKDT
Direktorat Tata Ruang
Direktorat OTDA
Direktorat Perkodes
Kritik dan Saran

topmonkey

payday advance loans <a href="http://lhglafhlkjhsfuwqeyrkjhaasf.com"> payday loans online no credit check</a> &lt;a href=&quot;http://lhglafhlkjhsfuwqeyrkjhaasf.com&quot;&gt; payday loans mn&lt;/a&gt; [url=h

annanamf

payday loans las vegas <a href="http://cashadvances2017.com"> online payday loans no credit check</a> &lt;a href=&quot;http://cashadvances2017.com&quot;&gt; online payday loans no credit check&lt;/a&gt; [url

bjdrfqdfmc

BO6meT <a href="http://vihzcgejzjzm.com/">vihzcgejzjzm</a>, [url=http://ddquzgjxcfwc.com/]ddquzgjxcfwc[/url], [link=http://shoodyjjeuqw.com/]shoodyjjeuqw[/link], http://efpicnrtzmtn.com/

peassgpq

1

nmrbpeei

1

muhamad agung

saya memerlukan data PDRB kab. Malang tahun 2001-2010 untuk keperluan tugas akhir saya. mohon dipublikasikan. terimakasih.

shfhruij

1

qfqfuocn

1

WIRA JOI KRISMAN DAELI

Mohon petunjuk. Pada aplikasi e-musrenbangnas 2017 tersebut apakah softwarenya kami install atau langsung login pada situsnya setiap kami masuk untuk mengimput program-program kami.

Siti Khodijah

Assalammualaikum wr.wb. Mohon maaf ibu atau bapak, perkenalkan nama saya Siti dari Universitas Sriwijaya Sumatera Selatan, ibu atau bapak mohon sekali untuk bantuan datanya kalau bisa yang lengkap dari tahun 2001-2015 untuk data Penanaman Modal Dalam Nege

Simreg © Copyright 2013
Kedeputian Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah
Kementerian PPN/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
Home | Kritik dan Saran| Hubungi Kami
Visitors
53265